7/18/11

Part 13

Orang tuaku begitu marah dan kecewa ketika aku ceritakan semuanya. Mereka langsung menghubungi orang tua Jason dan membatalkan pertunangan kami. Orang tua Jason tidak banyak berkomentar selain meminta maaf kepada orang tuaku dan aku. Jason pernah mencoba menghubungiku semenjak kejadian itu. Setelah dua kali telponnya tidak aku angkat, ia hanya sekali mengirimku e-mail yang tidak pernah aku balas.

Dear Bianca,
Ca, aku sudah mencoba menelponmu tapi tampaknya kamu menghindari aku. Jadi aku rasa tidak ada gunanya terus mencoba. Aku lalu terpikir untuk mengirim e-mail ini... Sekalipun kamu tidak membalasnya, setidaknya kamu membacanya dan itu sudah cukup bagiku.
Aku tahu kata maaf tidak akan berarti banyak setelah apa yang terjadi. Aku juga tahu, aku tidak pantas di maafkan. Aku terlalu menyakitimu... Tapi aku ingin kamu tahu, aku juga menderita disini.. Aku sangat menyesal atas semuanya...
Aku rasa Rosa sudah menceritakan semuanya kepadamu... namun biarlah aku menceritakan lagi supaya kau tahu siapa diriku yang sebenarnya.

Sarah. Dia cinta pertamaku. Kami berkenalan sewaktu aku baru masuk kuliah. Waktu itu aku adalah laki-laki yang naif, yang percaya akan cerita-cerita cinta yang selalu berakhir bahagia. Aku merasa kisahku dengan Sarah akan berlangsung tanpa akhir. Namun aku salah, sangat salah. Ternyata Sarah sudah punya tunangan di Jakarta dan mereka akan segera menikah. Waktu aku menanyakan kebenarannya, ia meninggalkanku begitu saja. Aku terus mencoba menghubunginya namun ia tak pernah peduli padaku. Cintaku terbuang begitu saja, harapanku kandas.. Aku tidak percaya lagi akan adanya cinta.
Selanjutnya, aku mengisi hari-hariku dengan perempuan-perempuan yang datang silih berganti. Aku tak pernah mencintai mereka, aku hanya menjadikan mereka objek kesenanganku saja... sama seperti Sarah pernah memperlakukanku.
Ketika aku bertemu denganmu, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda didirimu. Kamu begitu polos, begitu naif, seperti aku dulu. Melihatmu mengingatkanku akan diriku yang dulu. Membuatku mengingat indahnya cinta yang pernah aku nikmati dengan Sarah. Dan seperti yang kau tebak, aku jatuh cinta padamu. Namun bukannya bahagia, aku malah takut. Aku takut terluka lagi... aku ingin pergi meninggalkanmu tapi aku juga ingin memilikimu. Aku tak bisa memilih di antara keduanya. Jadi itulah yang aku lakukan, aku pergi setelah berhasil menjadikanmu tunanganku.


0 komentar:

Post a Comment